Powered By Blogger

Jumat, 17 Februari 2012

Galaksi itu berjarak tujuh miliar tahun cahaya dan berukuran dua miliar kali lebih besar dari matahari.
Dengan ukuran yang maha besar ini maka para astronom memberi nama El Gordo atau dalam bahasa Spanyol berarti Si Gemuk untuk galaksi ini.
Para astronom yang melaporkan temuan ini pada pertemuan Komunitas Astronomi Amerika ke-219 menambahkan galaksi tersebut masih terus bertambah besar.
"El Gordo berada dalam jarak sekitar tujuh miliar tahun cahaya. Dengan meneliti dan memahami El Gordo maka kita bisa memahami waktu struktur evolusi alam semesta," kata Profesor Jack hughes dari Universitas Rutger kepada BBC.
Dua kali lebih besar dibandingkan galaksi sejenis dalam jarak yang sama, El Gordo mewakili sebuah kluster galaksi yang baru separuh terbentuk.
Dua kluster galaksi yang lebih kecil di dekatnya juga ditemukan dan akan membantu pengungkapan usia galaksi raksasa ini.
Sebuah tim kemudian menggunakan Teleskop Hubble untuk menunjukkan sejumlah proses pembentukan galaksi jarak jauh yang dikenal dengan nama protokluster

Miliaran tahun
"El Gordo masih akan terus berkembang."
Jack Hughes
Cahaya yang terlihat dari El Gordo diyakini sudah terbentuk sejak 13 miliar tahun lalu, di saat alam semesta baru berusia 650 juta tahun.
"Temuan ini sangat luar biasa karena kami menyaksikan kelahiran sebuah kluster galaksi masa depan," kata Michele Trenti dari Universitas Colorado.
Sementara itu di penghujung evolusi spektrum kluster ini, William Dawson dan tim Universitas California Davis menggunakan teleskop Hubble dan Chandra untuk menyaksikan tahap tabrakan terakhir kluster galaksi yang belum pernah disaksikan sebelumnya.
Dua galaksi terpisah dari dua kluster berbeda saling bertumbukan dan tetap melintas. Namun, gas tipis sebagai hasil tumbukan itu tetap berada di tempat tumbukan.
Dawson mengatakan penemuan struktur terbesar di alam semesta merupakan awal untuk dapat mempelajari alam semesta lebih jauh.
"Setiap kemajuan dalam pemahaman kita tentang alam semesta adalah hasil langsung pemahaman bagaimana semua ini berubah bersama waktu," kata Dawson.
Pada akhirnya, lanjut Dawson, pengetahuan ini akan mengungkap proporsi relatif energi dan materi gelap untuk membantu memperkirakan ukuran El Gordo di kemudian hari.
"El Gordo masih akan terus berkembang," kata Profesor Huges.

Galaksi Kerdil Pemangsa Galaksi

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, astronom berhasil menangkap gambar dengan detail sebuah galaksi kerdil yang sedang memakan galaksi lebih kecil di dekatnya.

Galaksi kerdil kanibal yang sedang memakan galaksi lain itu bernama NGC 4449. Galaksi tersebut berjarak sekitar 12,5 juta tahun cahaya dari Bumi.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis (9/2/2012), menyatakan bahwa NGC 4449 memiliki galaksi sahabat yang lebih kecil bernama NGC 4449B.

Aaron Romanowsky dari Universitas California Santa Cruz dan rekannya melakukan penelitian lanjutan untuk merekam citra lebih detail dari NGC 4449 dan lingkungan sekitarnya.

Tim internasional, terdiri dari David Martinez-Delgado dari Max Planck Intitute for Astronomy di Jerman serta seorang astronom amatir Jay Gabani, terlibat dalam penelitian ini.

Riset dilakukan di Observatorium Blackbird di New Mexico Amerika Serikat serta dengan Subaru Telescope di Hawaii. Hasil riset menunjukkan bahwa NGC 4449 tengah memakan galaksi sahabatnya.

"Kami mendapatkan citra fantastis dimana kita bisa melihat bintang di galaksi yang ditelan oleh galaksi lain yang lebih besar," ungkap Romanowsky seperti dikutip National Geographic, Jumat (10/2/2012).

Astronom mengetahui bahwa sebuah galaksi sedang dimakan karena adanya aliran bintang di sekitar NGC 4449. Aliran bintang ialah bintang pengorbit galaksi kerdil yang terlempar jauh dari orbitnya.

Citra menunjukkan dengan jelas bahwa ada banyak bintang yang ada di galaksi yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa galaksi yang lebih kecil tengah dimakan.

Penemuan ini mengkonfirmasi salah satu aspek dari teori pembentukan galaksi yang mengatakan bahwa galaksi dalam segala ukuran bisa mengkonsumsi satu sama lain.

"Galaksi yang lebih besar bisa memakan galaksi yang lebih kecil dan galaksi yang lebih kecil bisa memakan galaksi lain yang lebih kecil lagi," papar Romanovsky.

Penemuan juga menunjukkan bahwa NGC 4449 adalah area pembentukan bintang yang aktif. Galaksi kecil mengorbit galaksi besar dalam orbit elips, seperti komet mengorbit bintang.

Meski dua galaksi (yang memakan dan dimakan) terlalu sulit dilihat mata, astronom bisa memperkirakan bahwa kedua galaksi sebenarnya berukuran hampir sama. Galaksi yang lebih redup memiliki massa seperlima dari galaksi yang lebih terang.

Hasil penelitian ini telah diterima Astrophysical Journal dan akan segera dipublikasikan.